Pasaman, Beninginfo.com – Dalam upaya mempercepat pembangunan daerah berbasis data, Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) meluncurkan aplikasi android Adaminda (Akses Data Kompromin Daerah).
Sebuah aplikasi Android yang simpel serta mudah diakses berbasis android dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk mendukung pengambilan kebijakan secara cepat, akurat, dan real-time.
Adaminda merupakan salah satu inovasi yang dirancang Kominfo disamping inovasi lainnya seperti Inovasi Sakato (Sistem Administrasi Kecamatan Terpadu Online) di Bidang TI dan e-Gov.
Pembuatan inovasi digital ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadirkan terobosan dan inovasi pelayanan publik guna memperkuat tata kelola pemerintahan modern berbasis data.
“Setiap OPD harus mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Pemerintahan yang efektif harus didukung oleh data yang akurat dan mudah diakses,” tegas Bupati Welly dalam arahannya pada apel gabungan beberapa waktu lalu.
Menjawab tantangan tersebut, Diskominfo Pasaman menghadirkan Adaminda sebagai _platform digital_ terintegrasi yang memungkinkan akses, pencarian, pengolahan, hingga visualisasi data sektoral daerah hanya melalui perangkat _smartphone Android_.
Kepala Diskominfo Pasaman, Fatrizon, menjelaskan bahwa Adaminda merupakan implementasi nyata penguatan Satu Data Indonesia di tingkat daerah sekaligus langkah strategis mendukung percepatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Sebagai Wali Data daerah, Diskominfo memiliki tanggung jawab memastikan ketersediaan data yang akurat, mutakhir, dan berkelanjutan sebagai dasar utama dalam penyusunan perencanaan pembangunan. Adaminda adalah jawaban atas kebutuhan tersebut,” ujar Fatrizon, Selasa (9-6-2026) di Lubuk Sikaping
Menurut Fatrizon, selama ini masih ditemukan berbagai kendala dalam pengelolaan data pemerintah, seperti belum terintegrasinya data lintas OPD, proses pengumpulan data yang masih manual, hingga akses informasi yang memerlukan waktu cukup panjang.
“Kondisi ini tentu menghambat proses analisis dan pengambilan keputusan. Karena itu, kami merancang sebuah sistem yang mampu mengintegrasikan seluruh data sektoral dalam satu platform yang mudah diakses dan diperbarui secara real-time,” katanya.
Adaminda hadir sebagai solusi inovatif yang menghubungkan berbagai sumber data OPD dalam satu ekosistem digital terpadu. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memperoleh data pembangunan daerah secara lebih cepat, valid, dan terverifikasi sehingga mendukung perencanaan yang lebih presisi.
“Data yang cepat, akurat, dan terintegrasi adalah kunci pembangunan masa depan. Adaminda hadir untuk memastikan setiap kebijakan lahir dari data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,”. Ujar Fatrizon.
Sementara itu, Kepala Bidang Persandian dan Statistik Sektoral (PSS) Diskominfo Pasaman, Asnil SY, didampingi Kasi Statistik Sektoral Anafiah, Kasi SDM dan Pemguatan Kelembagaan Statistik Sektoral Haryadi dan Kasi Persandian, Cyber dan Keamanan Informasi Elfi menyebutkan bahwa Adaminda bukan sekadar aplikasi pengumpulan data, tetapi menjadi pusat integrasi informasi pembangunan daerah.
“Platform ini memudahkan pengumpulan data Kompromin dari seluruh OPD, menyimpan data dalam repositori terpusat, menghubungkan data lintas perangkat daerah, sekaligus menyajikan statistik sektoral yang dapat digunakan untuk analisis dan perencanaan pembangunan,” jelas Asnil SY.
Lebih jauh, Asnil SY menyampaikan Adaminda juga mendukung pemenuhan bukti dukung Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS), meningkatkan kualitas tata kelola data pemerintah, serta memperkuat proses pengambilan kebijakan berbasis bukti _(evidence-based policy)_. Katanya.
Dengan hadirnya Adaminda, Kabupaten Pasaman menunjukkan komitmennya sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap mengakselerasi transformasi digital birokrasi. Inovasi ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Selain menghadirkan manfaat strategis bagi tata kelola pemerintahan, pengembangan Adaminda juga melalui proses perancangan teknologi yang matang. Tim pengembang aplikasi yang terdiri dari Gani Agustiawan dan Rommy Laharisa mengungkapkan bahwa sejumlah tahapan telah dilalui sebelum aplikasi tersebut resmi diperkenalkan kepada publik.
Menurut Gani Agustiawan, proses pengembangan dimulai dari analisis kebutuhan pengguna, perancangan sistem, hingga tahap pengembangan aplikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Pasaman dalam pengelolaan data daerah.
“Pengembangan Adaminda dilakukan melalui beberapa tahapan penting, mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan aplikasi, hingga pengujian agar menghasilkan platform yang mudah digunakan dan mampu menjawab kebutuhan pengelolaan data daerah secara terintegrasi,” ujarnya.
Gani menjelaskan, Adaminda dibangun menggunakan teknologi _Application Programming Interface_ (API) yang memungkinkan integrasi data dari berbagai sumber dan perangkat daerah ke dalam satu platform digital yang terhubung secara real-time.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi API menjadi kunci utama dalam menghadirkan sistem yang cepat, fleksibel, dan mudah diakses oleh pengguna, baik dari kalangan pemerintah maupun masyarakat.
“Adaminda dirancang agar mudah digunakan, memiliki akses yang cepat, serta memberikan manfaat yang nyata bagi OPD maupun masyarakat luas. Dengan teknologi yang terintegrasi, pengguna dapat memperoleh data yang dibutuhkan secara lebih praktis dan akurat,” kata Gani.
Gani menambahkan, Adaminda merupakan sistem digital yang berfungsi untuk mengelola, mengintegrasikan, dan menyediakan akses terhadap data daerah Kabupaten Pasaman secara terpadu. Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu menjadi pusat informasi pembangunan daerah yang dapat mendukung berbagai kebutuhan perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Lebih lanjut, Gani mengatakan bahwa aplikasi tersebut tidak hanya memberikan kemudahan dalam pengelolaan data, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data.
“Melalui Adaminda, pemerintah dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan tepat karena didukung oleh data yang valid dan terkini. Di sisi lain, sistem ini juga meningkatkan efisiensi kerja serta transparansi layanan publik kepada masyarakat,” jelasnya.
Keunggulan lainnya, aplikasi Adaminda dapat diakses langsung melalui telepon pintar berbasis Android sehingga pengguna tidak lagi bergantung pada proses pencarian data yang rumit dan memakan waktu.
“Dengan akses melalui perangkat Android, penggunaan data menjadi lebih cepat, praktis, dan aktual. Informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh kapan saja dan di mana saja sehingga mendukung percepatan pembangunan daerah berbasis data,” tutup Gani dan Rommy. (sap)

















