Rokan hulu,beninginfo.com || Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rokan Darussalam menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar yang terjadi di sejumlah SPBU wilayah Provinsi Riau dalam sepekan terakhir. Kondisi ini menimbulkan antrean panjang dan keresahan di masyarakat, terutama bagi nelayan, petani, ojek, dan pelaku UMKM.
Ketua LBH Rokan Darussalam Indra Ramos mengatakan, pihaknya menerima banyak keluhan warga dari Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, hingga Pekanbaru.
“Hak atas energi adalah bagian dari hak ekonomi warga. Kelangkaan yang berlarut-larut mengganggu aktivitas produktif dan berpotensi menaikkan harga kebutuhan pokok,” ujar Indra saat di temuin awak media di kantor LBH Rokan Darussalam. Sabtu (1/5/26)
Dampak yang dikeluhkan masyarakat:
Antrean panjang di SPBU hingga 1-3 jam mengganggu jam kerja masyarakat. Nelayan dan petani kesulitan melaut dan mengolah lahan karena solar sulit didapat. Transportasi umum mengurangi jam operasional hingga menyulitkan mobilitas pelajar dan pekerja.
LBH Rokan Darussalam mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dan Pemerintah Provinsi Riau untuk:
1. Membuka data stok dan distribusi harian BBM ke publik agar transparan.
2. Menambah kuota dan memperketat pengawasan agar BBM subsidi tidak diselewengkan ke industri.
3. Membentuk posko pengaduan* bersama aparat untuk menindak penimbun dan penjual di atas HET.
4. Memprioritaskan sektor produktif seperti nelayan, petani, dan UMKM saat pasokan terbatas.
“Kami membuka posko pengaduan bagi masyarakat Riau yang dirugikan akibat kelangkaan BBM. Jika ada indikasi penimbunan atau penyalahgunaan, LBH siap menempuh jalur hukum,” tegas Indra.
LBH Rokan Darussalam juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan melaporkan ke pihak berwenang jika menemukan pelanggaran distribusi.***(Ari Wibowo )

















