Medan,beninginfo.com ||Ketua DPP Elang 3 Hambalang Sumut, Bahar Pulungan SH, menyoroti kinerja BAIS terkait penggerebekan gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Marelan yang diduga illegal.
Dimana, hingga saat ini publik belum juga mendapat informasi terkait perkembangan kasus penggerebekan yang terjadi pada, Selasa (17/3/2026) lalu, di Jalan Marelan I Lingkungan X No. 137 Pasar IV Barat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.
Bahar menegaskan, jika Badan Intelijen Strategis (BAIS) tidak transparan atau ‘neko-neko’ dalam menjalankan tugas, maka Elang 3 Hambalang akan mengambil sikap.
“Hingga saat ini, belum juga ada tindak lanjut atau perkembangan dari kasus penggerebekan gudang solar illegal tersebut. BAIS harus transparan dalam menjalankan tugas. Jika tidak, maka Elang 3 Hambalang akan mengambil sikap,” tegas Bahar kepada media di Medan, Sabtu (25/4/2026).
Padahal ungkap Bahar, dari hasil informasi di lapangan yang dilakukan pihaknya, ada sekitar ratusan ton BBM jenis solar yang diduga ditimbun dalam gudang seluas sekitar 1 Ha itu.
Namun sambungnya, tidak ada sedikitpun solar yang diangkut dari lokasi. Bahar menduga, telah terjadi ‘kongkalikong’ antara pemilik gudang dengan oknum BAIS.
“Ada sekitar ratusan ton BBM jenis solar yang ditemukan dalam gudang, namun tidak ada yang dibawa petugas. Ada apa dibalik penggerebekan itu?. Kemungkinan ada ‘kongkalikong’ antara pemilik gudang dengan petugas,” tukasnya.
Sebelumnya, BAIS Sumut bersama tim gabungan melakukan penggerebekan gudang penimbun BBM jenis solar yang diduga illegal di Jalan Marelan I Lingkungan X No. 137 Pasar IV Barat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Selasa (17/3/2026) lalu.
Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan 9 unit kendaraan jenis Truck Hino BK 8818 BSM, Truck Fuso BK 8816 BSM, L 300 Hino Dutro BK 8128 EG, Truck Mitsubishi Fuso BK 8840 GV, Truck Hino BK 8362 GL, L 300 Hino Dutro BK 8183 FSP, Truck Hino BK 8364 GL, Truck Mitsubishi BK 8240 FO, dan Truck Mitsubishi BK 8167 CO milik PT Sepertiga Malam Sinergi.
Selain itu, juga ditemukan 6 peti kemas diduga tempat penyimpanan BBM solar bersubsidi dan 10 tong penyulingan penimbunan BBM bersubsidi serta 3 unit mesin dompeng penyedot BBM yang disebut-sebut milik seseorang berinisial AS.***(Ari /tim)

















