Pekanbaru,Beninginfo.com – Proses seleksi calon kepala sekolah (kepsek) SMA dan SMK negeri di Provinsi Riau terus berlanjut. Dari sekitar 9.000 pendaftar yang mengikuti tahapan awal seleksi, kini tersisa 500 peserta yang masih bersaing memperebutkan 69 jabatan kepala sekolah.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan apresiasinya atas tingginya antusiasme guru dan tenaga pendidik dalam mengikuti seleksi tersebut. Menurutnya, besarnya jumlah pendaftar mencerminkan semangat serta komitmen insan pendidikan untuk berkontribusi lebih besar dalam memajukan dunia pendidikan di Riau.
“Kita apresiasi peminatnya sangat banyak. Dari sekitar 9 ribu pendaftar yang memenuhi syarat administrasi, proses seleksi terus berjalan. Hingga hari ini, peserta yang masih mengikuti seleksi tersisa sekitar 500 orang,” ujar Syahrial Abdi, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara bertahap dan objektif melalui sistem yang telah ditetapkan. Jumlah peserta akan terus disaring hingga diperoleh calon-calon terbaik sesuai kebutuhan sekolah.
“Semua proses melalui sistem. Nantinya, ketika sudah masuk tiga besar, dimungkinkan ada tahapan wawancara. Namun, itu masih menunggu arahan pimpinan. Yang jelas, seleksi berjalan transparan dan kredibel,” jelasnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau telah menyelesaikan tahapan verifikasi berkas pendaftaran calon kepala sekolah yang berlangsung hingga 30 Januari 2026.
Untuk memastikan proses seleksi berjalan bersih dan berintegritas, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara khusus meminta Sekdaprov Riau agar mengawasi seluruh tahapan seleksi dan mengingatkan jajaran untuk bekerja secara profesional.
“Saya sudah meminta Sekda mengingatkan jajarannya agar bekerja dengan baik dan menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung,” tegas SF Hariyanto.
Plt Gubernur Riau juga mengimbau seluruh peserta seleksi agar tidak mudah percaya kepada oknum atau pihak yang menjanjikan kelulusan dengan cara tidak benar.
“Jangan percaya calo-calo yang mengaku tim ini atau tim itu. Tidak ada itu. Bekerjalah dengan baik dan benar, pimpinan pasti punya penilaian,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Riau membuka ruang bagi peserta maupun masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi praktik yang tidak sesuai aturan selama proses seleksi berlangsung.
“Kalau ada yang macam-macam, silakan laporkan. Identitas pelapor akan kami jaga. Insyaallah, jika kita bekerja dengan baik, semua akan berjalan dengan tenang,” pungkasnya.***(MC)
















