Pekanbaru,Beninginfo.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berupaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah, Pemprov Riau akan menggelar operasi pasar murah di sejumlah daerah pada awal Februari 2026.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Taufiq OH, melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, menyampaikan bahwa operasi pasar murah merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.
“Operasi pasar murah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, serta menjaga kestabilan harga di tengah masyarakat,” ujar Tetty.
Pada pekan pertama Februari 2026, operasi pasar murah akan digelar di lima lokasi yang tersebar di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Untuk wilayah Kota Pekanbaru, kegiatan akan dilaksanakan di halaman Kantor Lurah Rumbai Bukit pada 2 Februari, halaman Masjid Nur Syamsyudin Umban Sari pada 3 Februari, dan fasilitas umum RW 16 Limbungan Barat pada 4 Februari.
Selanjutnya, operasi pasar murah akan digelar di halaman Kantor Lurah Industri Tenayan Raya pada 6 Februari 2026. Sementara itu, untuk Kabupaten Kampar, kegiatan akan dilaksanakan di Kantor Desa Persiapan Kasang Kulim pada 5 Februari 2026.
Tetty menjelaskan, harga bahan pokok yang dijual dalam operasi pasar murah dipastikan lebih rendah dibandingkan harga pasar. Di antaranya beras SPHP seharga Rp60 ribu per 5 kilogram, beras Anak Daro dan beras Sokan masing-masing Rp162 ribu per 10 kilogram atau Rp81 ribu per 5 kilogram. Selain itu, gula pasir dijual Rp17 ribu per kilogram, minyak goreng Salvaco Rp21 ribu per liter, minyak Palmco Rp16 ribu per bungkus, dan Minyakita Rp15.500 per bungkus.
Untuk kebutuhan lainnya, tersedia garam Krista Rp2 ribu per 200 gram, garam Nusantara Rp2 ribu per 250 gram, serta tepung tapioka Rp8 ribu per bungkus. Sementara harga cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, dan telur ayam disesuaikan dengan harga petani dan kondisi pasar.
“Masyarakat yang ingin berbelanja di pasar murah diharapkan datang sesuai jadwal, mengantre dengan tertib, serta membawa kantong belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik,” imbaunya.
Sementara itu, Direktur PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pasokan bahan pokok dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama operasi pasar murah berlangsung.
“Setiap lokasi kami siapkan sekitar 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 500 kilogram beras SPHP, serta masing-masing 40 karung beras Anak Daro dan beras Sokan kemasan 10 kilogram dan 5 kilogram. Selain itu, juga disediakan telur ayam, cabai merah, dan bawang merah,” jelas Ade.
Operasi pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran menjelang Ramadan.***(MC)
















