Kolesterol adalah lemak yang dibutuhkan tubuh, tapi dalam jumlah berlebih bisa menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit jantung, stroke, bahkan kematian mendadak. Menurut WHO, kolesterol tinggi menjadi salah satu pemicu kematian tertinggi di dunia akibat penyakit kardiovaskular.
Sayangnya, banyak orang baru sadar setelah mengalami komplikasi serius. Untuk itu, penting mengenali tanda-tandanya sejak awal.
Aliran darah yang terganggu akibat penumpukan plak kolesterol bisa menyebabkan kesemutan, terutama di tangan dan kaki.
Jika kamu sering merasa lemas, padahal tidur cukup dan makan normal, bisa jadi itu efek dari kolesterol yang menghambat distribusi oksigen ke tubuh.
Bisa menjadi tanda awal angina (nyeri dada akibat penyumbatan arteri koroner). Jangan abaikan, terutama jika muncul saat aktivitas.
Kondisi ini bisa disebabkan penyempitan pembuluh darah di otak akibat kolesterol tinggi.
Timbunan lemak yang tampak seperti benjolan atau bercak kuning di kelopak mata bisa menjadi tanda visual kolesterol tinggi.
Tanda adanya penyumbatan pembuluh darah di kaki. Disebut juga sebagai gejala awal Peripheral Artery Disease (PAD).
Usia di atas 30 tahun
Gaya hidup sedentari (jarang bergerak)
Pola makan tinggi lemak jenuh dan trans
Obesitas
Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi
Dilansir dari Mayo Clinic dan Kemenkes RI, berikut beberapa langkah penting:
Perbanyak konsumsi serat (sayur, buah, kacang-kacangan)
Kurangi makanan berlemak jenuh: gorengan, daging berlemak, makanan cepat saji
Berolahraga 30 menit per hari, 5 hari seminggu
Rutin cek kadar kolesterol minimal 1x setahun
Hindari rokok dan alkohol
Jika kamu merasa memiliki satu atau lebih gejala di atas, segera konsultasi ke dokter atau lakukan tes kolesterol sederhana di klinik atau puskesmas terdekat.

















