Ikanas  Sumut Prihatin Atas Dugaan Tindak Kriminal Terhadap Anggota DPRD Madina Binsar Nasution

Doc :Ketua Ikanas Sumut Ir. H. Erwan Rozadi

MEDAN,beninginfo.com  – Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara menyatakan keprihatinan atas dugaan tindakan kriminal yang menimpa Binsar Nasution, SH, Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina).

Ketua Ikanas Sumut Ir. H. Erwan Rozadi Nasution menunjuk Wakil Ketua Ikanas Sumut Parulian Nasution untuk menjenguk Binsar Nasution yang sedang menjalani perawatan di RSU Madina, Senin (05/10/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian organisasi sekaligus dukungan moril kepada Binsar Nasution dan keluarganya setelah peristiwa yang dialaminya.

Dalam kesempatan itu, Ikanas Sumut menyampaikan harapan agar Binsar Nasution dan keluarga tetap kuat dan tabah. Organisasi juga mendoakan agar yang bersangkutan segera pulih sehingga dapat kembali menjalankan aktivitas dan tugasnya.

Ikanas Sumut menilai Binsar Nasution dikenal sebagai sosok yang baik, familier dan komunikatif. Atas dasar itu, organisasi menyatakan prihatin terhadap peristiwa yang dialaminya.

Ikanas Sumut meminta aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara menyeluruh. Kasus itu diharapkan dapat diusut Polres Madina hingga proses hukum selanjutnya di Kejaksaan Negeri Madina dan Pengadilan Negeri Madina sesuai ketentuan yang berlaku.

Organisasi tersebut juga mendorong aparat untuk mengungkap perkara secara terang serta memproses pihak yang terbukti terlibat berdasarkan hukum.

Perhatian Ikanas Sumut juga tertuju pada informasi bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika Binsar Nasution sedang melaksanakan tugas reses di Kecamatan Siabu.

Karena itu, aspek keamanan dinilai perlu mendapat perhatian, terutama selama proses pemulihan dan ketika Binsar Nasution kembali menjalankan aktivitas sebagai wakil rakyat.

Ikanas Sumut berharap aparat dapat memberikan perlindungan yang diperlukan kepada korban sesuai kewenangan dan ketentuan hukum, sekaligus memastikan proses penanganan perkara berlangsung objektif dan memberikan rasa keadilan.

Organisasi tersebut juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di Mandailing Natal yang dikenal sebagai daerah dengan kehidupan keagamaan, adat dan budaya yang kuat.

 

Penulis : tim/ Ari Wibowo