Kemenag Riau Gelar Rakorwil, Satukan Persepsi untuk Perencanaan Anggaran 2027

Foto. Kasubag TU Kantor kementerian agama kabupaten kampar H.Ahmad Fadhli, SH, MM ketika diwawancarai wartawan beninginfo.com di sela jeda acara

Pekanbaru, Beninginfo.com — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dalam rangka memperkuat koordinasi dan menyatukan persepsi jajaran Kemenag kabupaten/kota di Provinsi Riau, khususnya dalam penyusunan perencanaan dan anggaran tahun 2027.

Rakorwil tersebut resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd., pada Rabu sore, 30 September 2026, di Hotel Aryaduta Pekanbaru.

Kegiatan yang berlangsung pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 itu membahas penyusunan perencanaan dan anggaran pagu alokasi tahun 2027 bagi satuan kerja di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.

Sejumlah pejabat dan unsur satuan kerja Kementerian Agama turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Kepala Kanwil Kemenag Riau Dr. H. Muliardi, M.Pd., Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Riau Rahmad Suhadi, M.Pd., para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota, Kasubbag Tata Usaha, Kepala Madrasah Aliyah Negeri dan Madrasah Tsanawiyah Negeri, serta kepala tata usaha madrasah se-Provinsi Riau.

Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, H. Ahmad Fadhli, SH., MM., mengatakan Rakorwil menjadi momentum untuk menyatukan persepsi seluruh jajaran Kemenag kabupaten/kota dalam menyusun kebutuhan program dan anggaran untuk tahun 2027.

Menurutnya, perencanaan anggaran perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak terhadap pelayanan kepada masyarakat maupun mendukung kebutuhan organisasi.

“Rakor ini guna penyatuan persepsi seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau. Ke depannya, di tahun 2027 minimal kita bisa mendapatkan dana yang kita butuhkan untuk kebutuhan yang berdampak kepada masyarakat dan organisasi,” ujar Ahmad Fadhli saat ditemui di sela kegiatan Rakorwil.

Ia menambahkan, sinergi antara Kementerian Agama dengan pemerintah daerah juga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program keagamaan di daerah.

Menurut Ahmad Fadhli, koordinasi dengan pemerintah daerah diperlukan agar pemerintah daerah mengetahui berbagai program dan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di masing-masing kabupaten/kota.

“Selain koordinasi antar-satker di lingkungan Kemenag, upaya koordinasi atau sinergi dengan pemerintah daerah juga diperlukan. Kalau hanya Kementerian Agama saja tanpa sinergi dengan pemerintah daerah tentu akan sulit. Minimal pemerintah daerah mengetahui kegiatan keagamaan di daerah, karena Kementerian Agama memberikan pelayanan keagamaan di kabupaten/kota,” jelasnya.

Selain membahas perencanaan dan anggaran, Ahmad Fadhli juga menyampaikan persiapan Kabupaten Kampar menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Provinsi Riau yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026.

Ia mengatakan, Kabupaten Kampar telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi ajang tersebut. Peserta yang akan mewakili Kampar merupakan para juara OMI tingkat kabupaten yang sebelumnya telah melalui proses seleksi.

“Untuk OMI tingkat Provinsi Riau yang akan digelar tanggal 4 nanti, Kabupaten Kampar sudah mempersiapkan seluruh kegiatan. Peserta yang merupakan para juara OMI tingkat Kabupaten Kampar akan terlebih dahulu kami lakukan training centre,” katanya.

Rakorwil Kemenag Riau diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar-satuan kerja sekaligus menghasilkan kesamaan persepsi dalam penyusunan program dan kebutuhan anggaran tahun 2027, termasuk penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan keagamaan kepada masyarakat **(Jondri. A)