Rohul,beninginfo.com — Stick biliar berbunyi. Sorak pemuda menggema. Inilah wajah baru HUT Bhayangkara ke-80 di Rokan Hulu.Polres Rokan Hulu resmi menekan tombol start Turnamen Biliar di Biliard 88, Pasir Pengaraian, Selasa siang pukul 12.00 WIB. Tapi ini bukan sekadar adu skor. Ini perang ide: mengajak anak muda memilih meja hijau yang sehat, ketimbang jerat hitam narkoba, tawuran, dan judi online.selasa, (30/6/2026).
Tembakan pembuka dilakukan oleh Wakapolres Rokan Hulu Kompol I Made Juni Artawan, S.I.K., M.H., mewakili Kapolres. Turut hadir Ketua Panitia sekaligus Anggota DPRD Karneng Dimara Lubis, S.H., Kabag Ops Kompol Ikhwan Widarmono, jajaran PJU Polres, Polsek Rambah, dan seluruh panitia.
Acara dibuka dengan doa bersama, dilanjut sambutan, pemukulan bola simbolis, dan foto bersama. Singkat, padat, dan penuh semangat.
Olahraga Jalan Tengah Lawan Kenakalan Remaja. Ketua Panitia Karneng Dimara Lubis menegaskan, biliar dipilih karena punya daya tarik besar bagi generasi muda. Kalau dikelola serius, cabang ini bisa melahirkan atlet, bukan pengangguran nongkrong.
0
“Turnamen ini jawaban kami untuk anak muda Rokan Hulu: Ada tempat buat kamu berkarya. Isi waktu dengan hal positif, asah skill, kejar prestasi. Jauhkan diri dari narkoba, tawuran, apalagi judi online yang cuma bikin masa depan hancur,”tegas Karneng.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Kapolres Rokan Hulu yang membuka ruang bagi kegiatan produktif ini.
“Harapan kami, dari turnamen ini lahir bibit atlet biliar Rohul yang tembus level nasional,”tambahnya.
Pesan Tegas Wakapolres : Jadi Juara, Tapi Tetap Manusia. Di hadapan puluhan peserta, Kompol I Made Juni Artawan menembak langsung ke inti.
” Dengar baik-baik. Jangan merasa paling jago saat menang. Jangan patah semangat saat kalah. Di meja biliar ini kita latih 3 hal: skill, mental, dan karakter,” ujarnya lantang.
“Kemenangan sejati bukan piala di tangan. Tapi ketika kamu bisa jabat tangan lawan, akui kekalahan dengan gagah, dan tetap jadi manusia yang menghormati. Itulah Bhayangkara. Itulah pemuda Rokan Hulu yang kita mau,” tegas Wakapolres.
Ia menutup dengan ajakan: Jadikan cue stick ini alat membangun disiplin, bukan alat pelarian. Jadikan turnamen ini rumah kedua, bukan jalan menuju masalah.
Komitmen Polri, hadir bukan cuma jaga, tapi bangun lewat Turnamen Biliar HUT Bhayangkara ke-80 ini, Polres Rohul menegaskan satu hal: Polri hadir tidak hanya dengan seragam dan patroli. Polri juga hadir dengan ide, ruang, dan panggung bagi pemuda untuk naik kelas. Karena Rokan Hulu yang aman, dimulai dari pemuda yang sibuk berprestasi.***(Ari Wibowo )


















