Pekanbaru,beninginfo.com – Sengketa tanah itu bukan cuma soal selembar kertas. Di baliknya ada keringat, ada warisan orang tua, ada masa depan anak cucu yang dipertaruhkan. Karena itu LBH Rokan Darussalam nggak mau main tebak-tebakan. Kami turun langsung, usut tuntas, sampai dapat jawaban yang terang benderang. minggu (21/6/2026)
Foto ini diambil di tengah proses investigasi lapangan yang kami lakukan hari ini. Suasananya nggak mewah. Nggak ada ruang rapat ber-AC dingin dengan meja mahoni. Yang ada cuma sofa, meja kopi, laptop yang buka ratusan halaman dokumen, catatan yang penuh coretan strategi, dan telepon yang terus nyambung ke lapangan.
Kenapa harus begini? Karena LBH Rokan Darussalam percaya: hukum yang adil lahir dari kerja lapangan, bukan cuma dari balik meja.
Dari “Katanya” Menjadi “Faktanya” Tugas pertama kami bukan langsung gugat. Tugas pertama kami adalah dengar. Dengar cerita warga, cek batas tanah, cocokkan surat lama dengan kondisi fisik sekarang. Tim kami pecah peran: yang satu bedah dokumen di laptop sampai ke akta lama, yang satu catat setiap keterangan saksi biar nggak ada yang terlewat, yang satu lagi langsung telpon ke pihak terkait untuk konfirmasi data.
Itulah yang Komandan lihat di foto. Nggak ada yang jadi penonton. Semua main. Karena setiap menit itu berharga buat warga yang tanahnya disengketakan.
Hasilnya? Setelah investigasi serius dari pagi sampai sore, kami dapat jawabannya. Kabut yang selama ini bikin klayen bingung, sekarang mulai terang. Titik masalahnya di mana, celah hukumnya di mana, bukti kuatnya di mana. Semua sudah kami petakan.
Jawaban Jelas = Bahan Gugatan Kuat Sudah, ini yang paling penting: kami nggak akan maju ke pengadilan kalau bahan kami masih abu-abu. Klayen sudah terlalu lama digantung ketidakpastian.
Hari ini, setelah turun langsung dan bicara dengan semua pihak, kami dapat jawaban yang jelas. Jawaban itu sekarang jadi bahan utama yang akan kami susun jadi gugatan. Dokumennya sedang kami rapikan. Dalil hukumnya sedang kami kunci. Strateginya sedang kami matangkan.
LBH Rokan Darussalam nggak janji menang di mulut. Kami janji berjuang dengan data, fakta, dan pasal. Karena di pengadilan, yang bicara bukan emosi. Yang bicara adalah bukti.
“Tanah Itu Harga Diri, Bukan Sekadar Aset” Satu hal yang kami pegang: setiap jengkal tanah warga adalah harga diri keluarga. Kalau itu diambil atau diklaim orang tanpa dasar, sama saja merampas masa depan mereka.
Karena itu komitmen kami sederhana: dampingi warga dari awal sampai palu hakim diketok terakhir. Nggak akan kami biarkan mereka berjuang sendirian melawan ketidakadilan.
Tim LBH Rokan Darussalam akan terus bergerak. Investigasi tahap awal selesai, sekarang masuk tahap penyusunan gugatan. Doakan langkah kami lancar, agar keadilan benar-benar berpihak pada yang benar.***(Ari Wibowo )

















