Pasaman, Beninginfo.com – Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta asal Kabupaten Pasaman dari garis bapak, mengunjungi daerah asalnya di Bonjol, Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (14/4/2026).
Sosok legendaris yang akrab disapa “Si Doel” yang sudah puluhan tahun tidak pulang kampung ini disambut meriah oleh ribuan masyarakat yang telah lama menantikan momen tersebut.
Suasana hangat dan penuh haru terasa sejak pagi hari. Warga dari berbagai kejorongan dan nagari memadati kawasan Tugu Equator Bonjol yang berdekatan dengan Museum Tuanku Imam Bonjol. Lokasi ini menjadi pusat penyambutan kepulangan “anak rantau” ke kampung halamannya.
Meski bukan kunjungan pertama melainkan yang ketiga kalinya, antusiasme masyarakat tidak surut. Rano Karno tiba sekitar pukul 09.30 WIB bersama istrinya, Dewi Karno, serta rombongan keluarga.
Sejak pukul 08.00 WIB, warga telah memadati lokasi, berharap dapat melihat langsung sosok yang telah lama menjadi kebanggaan mereka.
Salah seorang warga, Toni (36), mengaku rela datang lebih awal demi menyambut kedatangan idolanya. “Kami sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB, karena informasinya beliau akan tiba sekitar pukul 09.30 WIB,” ujarnya.
Rombongan sebelumnya bertolak dari Bukittinggi usai menghadiri agenda kerja sama di Pariaman bersama Vasco Ruseimy dan pemerintah daerah setempat. Kepulangan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara keluarga besar, pemerintah daerah, dan masyarakat Bonjol.
Penyambutan dilakukan secara adat melalui Tari Pasambahan yang dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, bersama jajaran Forkopimda.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa bangga dan haru atas kepulangan tokoh nasional berdarah Bonjol tersebut.
“Selamat datang di Ranah Pasaman tercinta, di Bonjol kota pahlawan nan legendaris. Ini adalah kampung halaman tokoh kami, tempat sejarah perjuangan besar pernah lahir,” ujar Welly Suhery.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuka peluang kerja sama dengan daerah, termasuk Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Dalam pernyataannya, Rano menyebutkan bahwa Jakarta tidak memiliki sumber daya alam yang memadai, sehingga sangat bergantung pada daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pokok, termasuk beras.
“Jakarta hanya punya lahan terbatas, beras kita tidak punya, kita hanya punya uang. Beras kita beli dari daerah atau provinsi lain,” ujar Rano.
Ia menilai kondisi tersebut justru membuka ruang kolaborasi yang saling menguntungkan. Menurutnya, daerah seperti Pasaman yang memiliki potensi sumber daya dapat menjalin kemitraan strategis dengan DKI Jakarta.
“Artinya, kalau Pasaman punya potensi lain, bisa bekerja sama dengan Jakarta. Kami siap mengakomodir,” tegas Rano Karno. (spa).

















