Pasaman, Beninginfo.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Pasaman ikut berpartisipasi dalam operasi dan sidak pasar yang digelar Pemkab Pasaman di Pasar Lama Lubuk Sikaping, Kamis (26/2/2026) siang.
Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasaman Andry Fauzan, keikutsertaan tersebut merupakan bukti kepedulian BPJS Ketenagakerjaan terhadap masyarakat yang kurang mampu.
Sebagai salah satu sponsor dalam kegiatan itu, BPJS Ketenagakerjaan Pasaman menyediakan sejumlah voucher yang bisa ditukarkan dengan sejumlah sembako dengan harga terjangkau.
“Sama dengan sejumlah sponsor lainnya, kami telah menyiapkan sejumlah voucher untuk mendukung kegiatan tersebut,” tambah Andry Fauzan.
Selain BPJS Ketenagakerjaan, sejumlah pihak juga ikut berpartisipasi sebagai sponsor dalam kegiatan tersebut seperti BRI, Bank Nagari, dan Baznas Pasaman beberapa pihak lainnya.
Voucher tersebut, tambah Andry, bisa ditukarkan masyarakat dengan sejumlah bahan kebutuhan pokok dengan harga yang relatif sangat terjangkau.
Menurut Andry, karena dalam bulan Ramadhan, dan akan memasuki Lebaran, bukan tidak mungkin sudah terjadi lonjakan harga di pasaran. “Terutama harga barang-barang kebutuhan pokok,” ucapnya.
Yang paling diberatkan oleh kondisi itu, menurut Andry, adalah masyarakat yang tergolong berpenghasilan rendah. “Kita berharap selain meringankan beban masyarakat kurang mampu, juga bisa menekan lonjakan harga barang,” katanya.
Dengan upaya itu, menurut Andry, masyarakat kurang mampu diharapkan bisa membeli barang kebutuhan pokok secara normal, untuk selanjutnya bisa tenang menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Senada dengan Andry, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pasaman
Dr. Ariswan menyebutkan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.
“Kita ingin menekan gejolak harga di pasaran, terutama harga barang-barang kebutuhan pokok,” terang Ariswan.
Dijelaskan Ariswan, tidak jarang terjadi pada momen-momen tertentu seperti Ramadhan dan menjelang Lebaran dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan secara tidak wajar.
Untuk menghadapi kondisi itu, sambung Ariswan, pemerintah dituntut untuk melakukan intervensi pasar. “Bersyukur, kegiatan kita ini didukung oleh sejumlah pihak,” katanya.
Dengan intervensi pasar itu, menurut Ariswan, selain diharapkan meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu, juga sekaligus diharapkan mampu menekan gejolak harga di pasaran.
Ariswan mengucapkan terimakasih dan memberi apresiasi terhadap pihak-pihak yang mendukung kegiatan itu seperti BRI, Bank Nagari,Baznas Pasaman dan BPJS Ketenagakerjaan dan lainnya. (spa)

















