Diduga Truk Tangki “Siluman” Bawa Solar Subsidi Keluar Masuk Perusahaan di KIM Medan

Medan,beninginfo.com – Aktivitas sebuah truk tangki berwarna biru putih yang diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi menjadi sorotan warga di kawasan PT Medan Tropical Canning, Kawasan Industri Medan (KIM), Jalan Pulau Kangean, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk tangki tersebut terlihat keluar masuk area perusahaan. Warga sekitar menilai ada kejanggalan karena kendaraan tersebut disebut tidak memiliki identitas perusahaan seperti truk resmi pada umumnya.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku aktivitas truk biru putih itu bukan kali pertama terjadi.

“Kalau truk biru putih tanpa nama itu sudah sering keluar masuk, bang,” ujar warga, Rabu (4/2/2026).

Muncul dugaan truk tersebut membawa BBM bersubsidi jenis solar ke kawasan industri, yang seharusnya menggunakan bahan bakar nonsubsidi sesuai ketentuan pemerintah. Jika terbukti, penggunaan BBM subsidi untuk kebutuhan industri dapat melanggar aturan hukum yang berlaku.

Dalam regulasi disebutkan, penggunaan BBM jenis tertentu (solar subsidi) tidak diperuntukkan bagi operasional industri. Dugaan pelanggaran terhadap distribusi dan penyalahgunaan BBM dapat dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan denda hingga Rp60 miliar.

Saat dikonfirmasi, pihak keamanan perusahaan memilih tidak memberikan keterangan terkait keberadaan truk tangki yang masuk ke area perusahaan tersebut.

PT Medan Tropical Canning sebagai perusahaan industri besar seharusnya menggunakan BBM industri nonsubsidi sesuai aturan. Dugaan penggunaan solar subsidi secara ilegal dinilai dapat merugikan negara serta masyarakat yang berhak menerima subsidi, seperti nelayan, petani, dan sektor transportasi umum.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun aparat terkait. Warga berharap pihak berwenang segera melakukan pengecekan guna memastikan kebenaran aktivitas truk tangki tersebut.***(Ari Wibowo)