Rokan Hulu, Beninginfo.com – Isu mandeknya aktivitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu, yang belakangan mencuat ke ruang publik, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak pengelola.
Sorotan tajam tersebut sebelumnya muncul setelah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rokan Darussalam mengaku menerima laporan masyarakat terkait dugaan tidak beroperasinya BUMDes tersebut.
Menanggapi hal itu, Direktur BUMDes Pematang Tebih, Muliadi, melalui Kepala Unit Rafni Anipah, secara tegas membantah seluruh tudingan yang menyebut BUMDes Pematang Tebih mandek atau tidak aktif.
Menurut Rafni, aktivitas BUMDes hingga saat ini masih berjalan normal dan beroperasi sebagaimana mestinya. Bahkan, kantor BUMDes disebut selalu buka pada hari kerja, dengan pengurus dan anggota rutin hadir menjalankan tugas sesuai amanat Peraturan Desa.
“Siapa yang bilang kami tidak aktif, bang? Setiap hari kami hadir di kantor dan menjalankan kegiatan. Jadi tidak benar kalau dibilang BUMDes Pematang Tebih mandek,” tegas Rafni Anipah kepada media ini, Rabu (4/2/2026), di Kantor BUMDes Pematang Tebih.
Ia menambahkan, seluruh aktivitas BUMDes didukung dengan bukti administrasi berupa daftar absensi, dokumentasi kegiatan, serta laporan berkala yang disampaikan kepada Kepala Desa, pendamping kecamatan, dan pengawas BUMDes.
“Silakan dicek langsung ke lapangan. Kami punya data absensi, dokumentasi kegiatan, dan laporan resmi. Semua itu kami sampaikan secara rutin,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Pematang Tebih, Selamat, juga telah membantah anggapan bahwa BUMDes di wilayahnya tidak aktif. Ia menyebutkan bahwa sejauh yang diketahuinya, BUMDes Pematang Tebih tetap beroperasi dan menjalankan usaha.
“Setahu saya BUMDes Desa Pematang Tebih setiap hari buka dan usahanya berjalan. Namun untuk penjelasan lebih detail sebaiknya langsung ke pengurus BUMDes, karena BUMDes berjalan sendiri tanpa intervensi dari pemerintah desa,” ujar Selamat, Sabtu (31/1/2026).
Di sisi lain, LBH Rokan Darussalam tetap menegaskan akan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan tidak optimalnya kinerja BUMDes Pematang Tebih. Ketua LBH Rokan Darussalam, Indra Ramos, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah pengaduan warga yang perlu diverifikasi lebih lanjut.
“Kami menerima pengaduan dari masyarakat Desa Pematang Tebih yang menyampaikan bahwa BUMDes diduga sudah lama tidak aktif. Laporan ini tentu tidak bisa diabaikan dan akan kami telusuri secara serius untuk mengetahui fakta sebenarnya,” kata Indra Ramos saat ditemui di Kantor LBH Rokan Darussalam, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, informasi awal mengarah pada dugaan persoalan tata kelola dan manajemen, namun semua masih membutuhkan pendalaman.
“Indikasi awal mengarah pada persoalan manajerial dan tata kelola. Tetapi ini masih dugaan dan harus diuji dengan data serta fakta agar hasilnya objektif dan berimbang,” jelasnya.
Indra Ramos menegaskan, BUMDes merupakan aset strategis desa yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“BUMDes adalah aset desa. Jika tidak berjalan optimal, maka harus dicari akar masalahnya dan siapa yang bertanggung jawab. Tujuannya bukan untuk menyudutkan, tetapi untuk perbaikan,” pungkasnya.**** Ari wibowo
















