ROKAN HULU, Beninginfo.com –
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Rokan Darussalam angkat bicara terkait dugaan tidak aktifnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pematang Tebih, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu.
Lembaga ini mengaku telah menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat yang menyebutkan bahwa BUMDes tersebut sudah lama tidak beroperasi sebagaimana mestinya.
Ketua LBH Rokan Darussalam, Indra Ramos, SHI, menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penelusuran dan pengumpulan data di lapangan.
“Kami menerima pengaduan dari masyarakat Desa Pematang Tebih yang menyampaikan bahwa BUMDes diduga sudah lama tidak aktif. Laporan ini tentu tidak bisa diabaikan dan akan kami telusuri secara serius untuk mengetahui fakta sebenarnya,” ujar Indra Ramos saat ditemui di Kantor LBH Rokan Darussalam, Jumat (30/1/2026).
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi awal yang diterima, persoalan BUMDes diduga berkaitan dengan lemahnya pengelolaan dan manajemen usaha. Namun demikian, pihaknya menegaskan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.
“Indikasi awal mengarah pada persoalan manajerial dan tata kelola. Tetapi semua ini masih bersifat dugaan dan perlu pendalaman agar hasilnya objektif dan berimbang,” jelasnya.
LBH Rokan Darussalam berencana memanggil dan meminta keterangan dari berbagai pihak, mulai dari pengurus BUMDes, pemerintah desa, hingga unsur terkait lainnya, guna memperoleh gambaran utuh tentang kondisi BUMDes Pematang Tebih.
“BUMDes adalah aset desa yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Jika benar tidak berjalan optimal, maka perlu diketahui di mana letak persoalannya dan siapa yang harus bertanggung jawab,” tegas Indra Ramos.
Sementara itu, Kepala Desa Pematang Tebih, Selamet, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (31/1/2026), membantah tudingan bahwa BUMDes di desanya tidak aktif.
“Setahu saya BUMDes Desa Pematang Tebih setiap hari buka dan usaha berjalan. Namun untuk penjelasan lebih detail sebaiknya langsung ke pengurus BUMDes, karena BUMDes berjalan sendiri tanpa intervensi dari pemerintah desa,” ujar Selamet.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengurus BUMDes Pematang Tebih masih dalam upaya konfirmasi.***Ari wibowo
















