Pemprov Riau Dorong Peningkatan Kualitas Siaran Melalui KPID Riau Award 2025

Riau143 Dilihat

Pekanbaru,Beninginfo.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendorong peningkatan kualitas siaran di daerah melalui penyelenggaraan KPID Riau Award 2025. Ajang penghargaan tahunan yang digelar Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau ini menjadi momentum memperkuat profesionalisme dan mutu konten lembaga penyiaran di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Pena Pekanbaru, Rabu (26/11/2025), dihadiri oleh insan penyiaran dari berbagai lembaga radio dan televisi se-Riau. Pada kesempatan itu, penghargaan diberikan kepada lembaga penyiaran yang dinilai konsisten memenuhi standar kualitas siaran, memprioritaskan fungsi edukasi, serta memiliki kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, yang hadir mewakili Pemprov Riau, menyampaikan apresiasi atas peran KPID dalam menjaga mutu penyiaran di Bumi Lancang Kuning. Ia menegaskan bahwa KPID Riau Award merupakan bentuk dorongan nyata bagi terciptanya siaran yang sehat, edukatif, dan berbudaya.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KPID Riau atas konsistensinya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas penyiaran di daerah,” ujar Zulkifli.

Ia menjelaskan bahwa KPI memiliki peran strategis dalam sistem penyiaran nasional. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002, KPI merupakan lembaga independen yang mewadahi aspirasi publik. Peran KPI mencakup regulator siaran, pengawas publik, hingga mediator komunikasi antara masyarakat, pemerintah, dan industri penyiaran.

“Regulator siaran memastikan konten memenuhi P3 dan SPS. KPI juga menjamin keragaman informasi, responsif terhadap pengaduan masyarakat, serta menjaga keseimbangan kepentingan industri, pemerintah, dan masyarakat,” jelasnya.

Zulkifli juga menyinggung tema KPID Riau Award 2025, yakni “Siaran Cerdas, Berbudaya, dan Berdaya Saing di Era Digital,” yang dinilai relevan menghadapi tantangan arus informasi di era digital, termasuk maraknya hoaks, disinformasi, dan konten manipulatif.

Selain itu, ia memberi perhatian khusus terhadap daerah perbatasan seperti Kepulauan Meranti, Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir yang rentan terpapar siaran asing. Menurutnya, kondisi tersebut bisa mengganggu identitas budaya dan nasionalisme masyarakat setempat.

“Frekuensi adalah kedaulatan. Kami mendukung peningkatan literasi media dan penguatan program Keluarga Cinta Siaran Indonesia agar masyarakat memiliki imunitas informasi yang kuat,” tegasnya.

Zulkifli turut mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan berharap seluruh lembaga penyiaran di Riau terus menjunjung integritas dan profesionalisme.

“KPID harus terus menjaga independensi dan keberpihakannya kepada kepentingan publik. Penyiaran harus menjadi garda terdepan menjaga kedaulatan informasi dan pelestari budaya bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPID Riau, Mario Abdillah Khair, menegaskan bahwa KPID Riau Award bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem penyiaran yang sehat di Provinsi Riau.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk mendorong seluruh lembaga penyiaran agar terus berinovasi tanpa meninggalkan prinsip dasar penyiaran yang sehat. Kualitas siaran yang baik bukan hanya kebutuhan industri, tetapi kebutuhan publik,” tutup Mario.***