BENINGINFO.COM , BENGKALIS – Pengurus Komisariat (PK) KAMMI Duri kembali menghadirkan gerakan literasi melalui BARAKA (Bedah Aksara, Bawa Suara) Part II di Halaman Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau, Bengkalis, Ahad (20/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya PK KAMMI Duri dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat. Sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk membaca, berdiskusi, bertukar gagasan, dan menyuarakan pemikiran secara kritis serta konstruktif.
Mengusung semangat membumikan literasi di ruang kota, BARAKA Part II tidak sekadar menjadi agenda bedah aksara, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan intelektual yang mendekatkan buku dan gagasan kepada masyarakat.
Pemilihan ruang publik sebagai lokasi kegiatan menjadi bagian dari upaya menghadirkan literasi agar lebih terbuka, inklusif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua KAMMI Duri, Efri Su’if menyampaikan bahwa literasi merupakan satu pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berwawasan luas, kritis, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.
“BARAKA bukan sekadar kegiatan bedah buku. Ini adalah ikhtiar untuk menghidupkan kembali ruang-ruang berpikir di tengah kota. Kami ingin literasi tidak hanya hidup di dalam kelas atau perpustakaan, tetapi tumbuh di ruang publik, menjadi budaya yang dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Efri.
Menurutnya, di tengah deras arus informasi dan perkembangan teknologi digital, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk membaca secara kritis, memilah informasi, serta membangun pemikiran yang berlandaskan pengetahuan.
Literasi tidak boleh berhenti pada kemampuan membaca tulisan, tetapi harus menjadi jalan untuk memahami realitas, merespons persoalan, dan melahirkan perubahan.
Efri menegaskan bahwa gerakan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Organisasi kepemudaan, komunitas, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar budaya membaca dan berdiskusi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
“BARAKA bisa menjadi gerakan bersama, bukan hanya milik KAMMI Duri. Mengajak pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, pegiat seni, dan seluruh masyarakat untuk mengambil bagian. Mari jadikan ruang kota sebagai ruang belajar, ruang bertukar pikiran, dan ruang tumbuhnya gagasan-gagasan baru,” tambahnya.
Lebih lanjut, Efri berharap BARAKA dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi gerakan literasi yang konsisten di Kecamatan Mandau dan Kota Duri.
Ia menginginkan lahirnya lebih banyak ruang publik yang ramah terhadap aktivitas membaca, diskusi, menulis, dan berbagai kegiatan kreatif anak muda.
Membangun budaya literasi tidak harus selalu dimulai dengan kegiatan besar. Langkah sederhana seperti membaca bersama, mendiskusikan buku, berbagi pengetahuan, hingga menghadirkan forum-forum kecil di ruang publik merupakan bagian dari proses membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan.
Melalui BARAKA Part II, PK KAMMI Duri ingin menegaskan bahwa ruang kota bukan hanya tempat manusia berlalu-lalang, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan kesadaran, merawat pemikiran, dan membangun peradaban.
“Mari membumikan literasi di ruang kota. Dari aksara, kita menyalakan gagasan. Dari gagasan, kita menumbuhkan kesadaran. Dan dari kesadaran, kita bergerak membangun masa depan yang berperadaban,” tutup Efri. (Rls)

















