ROKAN HULU,beninginfo.com — Lima tahun. 60 bulan. Ratusan sidang. Ribuan lembar berkas. Di tengah kerasnya dunia hukum, ada satu cerita tentang regenerasi yang terjadi di LBH RODAS
Indra Ramos, SHI dan Putri Diana Dasopang, SH MH, Dua nama yang sejak 2021 hingga 2026tak pernah lepas. Satu memegang palu sebagai senior, satu memegang berkas sebagai junior. Tapi di balik itu, ada hubungan yang lebih dalam: Guru dan Murid.
Bagi Putri Diana, 5 tahun ini adalah sekolah kehidupan.
“Bapak Indra bukan sekadar senior di kantor. Beliau guru saya di lapangan. Orang yang pertama kali menggandeng tangan saya masuk ke ruang sidang dengan lutut gemetar. Beliau yang mengajarkan bagaimana menyusun pledoi di tengah tekanan, bagaimana menatap mata hakim tanpa gentar, dan bagaimana membela klien dengan hati,” ucap Putri Diana dengan mata berkaca, Minggu (20/7/2026).
“Bagi saya, beliau seperti orang tua di dunia hukum. Marahnya mendidik, diamnya memberi pelajaran. Ilmu yang saya dapat 5 tahun ini, tidak akan pernah saya dapat di bangku kuliah manapun,” lanjutnya dengan suara bergetar.
Perjalanan itu tidak mudah. Ada malam begadang untuk berkas, ada hujan yang diterjang demi mendampingi klien, ada air mata yang jatuh saat vonis tidak berpihak. Tapi dari situlah mental ditempa.
Indra Ramos sendiri melihat Putri Diana sebagai bukti bahwa LBH RODAS berhasil melahirkan kader.
“LBH ini bukan tempat cari nama. Ini tempat mengabdi. Tugas kami bukan hanya memenangkan perkara, tapi mencetak advokat baru yang berani, cerdas, dan tidak pernah lupa berpihak kepada rakyat kecil,” tegas Indra.
“Kalau 5 tahun lalu Putri masih takut bicara di depan hakim, hari ini dia sudah bisa berdiri dan membantah jaksa. Itu kebanggaan saya,” tambahnya.
5 tahun duet ini membuktikan satu hukum yang tak tertulis: Hukum tanpa nurani adalah kekuasaan. Hukum tanpa regenerasi akan mati.
Selamat 5 Tahun LBH RODAS. Terima kasih untuk setiap keringat, air mata, dan pengabdian. Semoga terus menjadi rumah, menjadi benteng, dan menjadi harapan terakhir bagi masyarakat pencari keadilan di Rokan Hulu.
“Kami mungkin lelah, tapi kami tidak akan berhenti. Karena keadilan tidak boleh kalah.” Ucap Indra.***(Ari Wibowo )

















